Senin, 27 Januari 2014

TUTORIAL CIVIL 3D LAND DESKTOP 2009

Untuk mempercepat proses penggambaran, perencanaan dan perhitungan volume
akan lebih effektif dan efisien jika kita menggunakan bantuan software
CIVIL 3D LAND DESKTOP, software tersebut sudah beredar dari versi 2000 s/ad versi 2009

Adapun Tool yang dapat digunakan dari CIVIL 3D LAND DESKTOP adalah:

1. Memasukkan data titik/import dari hasil hitungan x,y,z
2. Membuat kontur dengan data tersebut
3. Membuat Profil Memanjang
4. Membuat Profil Melintang
5. Menentukan Elevasi Desain Permukaaan Tanah
6. Membuat Alinyemen Horizontal dan Vertikal
7. Menghitung volume galian dan timbunan yang diperlukan dalam pekerjaan tanah.

Mari kita kupas satu persatu langkah diatas.

TUTORIAL CIVIL 3D LAND DESKTOP 2009


Rabu, 15 Mei 2013

Wind Rose (Diagram Mawar Angin)

Wind Rose atau biasanya lebih dikenal dengan diagram mawar angin pengolahan dan penyajian data angin dalam bentuk tabel (ringkasan ) atau diagram. Jumlah data angin seperti yang ditunjukkan dalam tabel diatas hanya beberapa hari saja apabila pengamatan dilakukan untuk beberapa tahun adalah sangat besar. Berikut ini tabel dan gambar wind rose bulan april 2005.

Wind Rose/ Mawar Angin sungai mireng pada bulan april 2005


               Dengan table atau mawar angin tersebut maka karakteristik angin dapat dibaca dengan cepat. Tabel dan gambar tersebut menunjukkan persentasi kejadian angin dengan kecepatan tertentu dari berbagai arah dalam periode waktu pencatatan. Dalam gambar tersebut garis-garis radial adalah arah angina dan tiap lingkaran menunjukkan persentasi kejadian angin dalam periode waktu pengukuran.

CARA PENINJAUAN PERENCANAAN PELABUHAN

         Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh.
          Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang Oseanografi, maka keperluan akan pelabuhan itu sendiri sangatlah penting. Berikut merupakan hal-hal yang perlu dilakukan dalam merencanakan suatu Pelabuhan.

Layout Typical Pelabuhan

Kebutuhan akan pelabuhan timbul untuk memenuhi:
  • Pertimbangan politik
  • Peningkatan kegiatan ekonomi, perdagangan
  • Pendukung kelancaran produksi perusahaan/Pabrik

Persyaratan Pelabuhan
  • Harus ada hubungan yang mudah antara transportasi air dan darat
  • Lokasi yang mempunyai daerah belakang (daerah pengaruh) subur dengan populasi penduduk cukup banyak
  • Kedalaman air dan lebar alur yang cukup
  • Kapal bisa membuang sauh selama menunggu untuk merapat ke dermaga guna bongkar muat barang/mengisibahanbakar
  • Harus mempunyai fasilitas bongkar muat barang
  • Harus mempunyai fasilitas untuk mereparasi kapal

Perlengkapan Pelabuhan
  • Pemecah gelombang
  • Alat pelayaran
  • Kolam pelabuhan
  • Dermaga
  • Alat penambat
  • Gudang lini I dan lapangan terbuka
  • Gedung terminal untuk keperluan administrasi
  • Fasilitas bahan bakar untuk kapal
  • Fasilitas pandu kapal, kapal tunda dan perlengkapan lainnya
  • Peralatan bongkar muat barang
  • Fasilitas lain


Pemilihan Lokasi Pelabuhan
  • Aksesibilitas
  • Daerah pengaruh
  • Ketersediaan lahan
  • Kondisi oceanografi
  • Fasilitas pendukung

Kelayakan Pelabuhan

  • Biaya pembangunan dan perawatan bangunan pelabuhan termasuk pengerukan pertama yang harus dilakukan
  • Biaya operasi dan pemeliharaan, terutama pengerukan endapan di alur dan kolam pelabuhan
  • Penghasilan dari pelabuhan untuk dapat mengembalikan biaya investasi yang telah dikeluarkan dan biaya operasional dan pemeliharaan pelabuhan
  • Manfaat dari pelabuhan tersebut terhadap perkembangan daerah pengaruh

Membuat kontur dari data koordinat Excel menggunakan Aplikasi Surfer

Sebelum melakukan proses penggambaran kontur secara digital ini, terlebih dulu yang dipersiapkan adalah:
 
1.Data Koordinat dalam format excel (*.xls) berupa titik x,y dan z
data koordinat dalam excel
2. Komputer/Laptop yang mempunyai spesifikasi grafis cukup
3. Software Surfer yang telah terinstal pada Komputer/Laptop tersebut. pada tuturial singkat ini saya menggunakan Software Surfer 8.0 (bisa didownload di http://www.goldensoftware.com/)
4. Segelas Sanger panas + Sepiring Nasgor :)


Langsung saja kita mulai tahapan gak jelas ini, yang pertama buka software Surfer yang telah terinstal sebelumnya. 
-pilih new > "plot document" dari menu bar
tampilan jendela kerja surfer
 -lalu pada menu bar pilih "grid" > "data"

 -pilih file excel data koordinat yang telah disiapkan sebelumnya

-pastikan kolom X, Y, dan Z sudah sesuai dengan kolom X, Y, Z pada excel
-pilih OK, maka akan ada notifikasi bahwa file grid telah berhasil dibuat 
 -Kembali pada menu bar pilih "Map" > "Contour Map" > "New Contour Map" maka akan muncul jendela untuk membuka file grid yang telah dibuat sebelumnya
- Arahkan pada folder file grid yang telah dibuat sebelumnya lalu pilih file grid tersebut (*.grd)

-
gambar kontur yang telah jadi dari data koordinat excel
-Untuk mengubah interval kontur, klik pada muka peta yang diedit, klik kanan, pilih properties, atau bisa juga pada menu bar pilih "Edit" > "Properties", maka akan muncul jendela Contours Properties seperti ini

 -Pada bagian Interval isikan Interval Kontur yang diinginkan. Yang perlu diingat adalah interval kontur disesuaikan dengan skala peta yang akan diplot.
-selanjutnya lakukan proses layouting pada muka peta tersebut jika hendak mengeplotnya pada peta.
tampilan data wireframe (menu > map > wireframe...)

tampilan data surface (menu > map > surface...)
Cukup sekian dari saya, tentu saja tutorial singkat ini masih banyak kekurangan, silahkan ditambahkan. :)

cc : ndikarahman.blogspot.com

Selasa, 07 Mei 2013

Tugas surveyor pengukuran pada proyek gedung

      Surveyor atau disebut juga sebagai uitzet mempunyai bermacam tugas dalam pembangunan proyek gedung, secara umum pekerjaan surveyor berhubungan dengan pengukuran bangunan. tugas ini bisa dikatakan sebagai kunci pembuka dalam pelaksanaan proyek karena aplikasi gambar rencana ke dalam dunia nyata akan sangat tergantung pada keahlian uitzet dalam menerjemahkan bentuk dan ukuran gambar kedalam pelaksanaan konstruksi bangunan. disini kita bahas tugas surveyor dari awal sampai akhir proyek gedung.
 
Berikut merupakan beberapa tugas surveyor:
 
  1. Menentukan titik-titik batas araea proyek, ini diperlukan untuk pembuatan alur pagar proyek dan penentuan koordinat gedung.
  2. Membaca gambar dengan melihat bentuk dan ukuran bangunan untuk diaplikasikan dilapangan.
  3. Menentukan elevasi kedalaman galian pondasi dan lantai basement, kesalahan dalam penentuan elevasi ini dapat menyebabkan pemborosan pekerjaan urugan dan galian tanah.
  4. Menentukan as bangunan untuk mencari lokasi titik tiang pancang dan pile cap.
  5. Memantau kedataran cor beton pada pekerjaan lantai basement atau plat lantai diatasnya.
  6. Marking atau menentukan as kolom gedung, pada pekerjaan ini menggunakan istilah pinjaman as 1 m untuk mengecek apakah pembesian dan bekisting kolom sudah terletak pada posisi yang benar.
  7. Pengecekan ketegakan kolom dengan menggunakan waterpass atau benang ukur yang diberi bandul.
  8. Menghitung ketinggian elevasi cor kolom beton agar pas untuk menaruh balok dan plat lantai, kesalahan dalam pekerjaan ini dapat menyebabkan adanya bobok beton atau cor ulang untuk menambah ketinggia kolom.
  9. Pengecekan kedataran elevasi balok lantai agar sesuai dengan gambar rencana.
  10. Marking perletakan stek besi tulangan struktur diatasnya.
  11. Marking perletakan void dan lobang lift gedung agar berada tepat pada posisi rencana.
  12. Membuat as elevasi bangunan tiap lantai, dibuat dengan cara membuat garis pinjaman dengan ketinggian 1 m dari lantai gedung.
  13. Membuat dan Mengukur penurunan gedung setiap hari atau seminggu sekali untuk mengetahui apakah posisi gedung yang sudah dibangun berada pada kondisi aman.
  14. Marking posisi pekerjaan arsitektur seperti pemasangan dinding batu bata, pemasangan kepalaan keramik, penentuan posisi titik lampu, penentuan posisi sanitair toilet dll.

Sabtu, 06 April 2013

CARA MENENTUKAN TITIK PENGEBORAN PALING AKURAT



SUMUR BOR DALAM / ARTESIS
Sumur Bor dalam (DEEP WELL DRILLING) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih.
Penggunaan Filter air memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup merepotkan serta membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi.
Dengan menggunakan SUMUR BOR DALAM (DEEP WELL DRILLING) masalah tersebut bisa diatasi karena kecenderungan kondisi tanah yang memiliki kandungan air yang jelek / tidak memenuhi syarat air bersih tersebut biasanya berkisar di kedalaman 12 m s/d 40 meter.
Khusus untuk dilokasi yang memiliki kadar Garam yang tinggi, semisal di daerah pesisir pantai , kedalaman pengeboran bisa mencapai diatas 100 meter untuk memperoleh air bersih. hanya saja kualitas dari air di kedalam ini memiliki kontur warna tersendiri dan juga suhu diatas suhu air biasa .
Akan tetapi kualitas air ini layak untuk digunakan sebagai air bersih untuk mandi, cuci dan kegiatan komersial lainnya.
SUMUR BOR DALAM / ARTESIS MENGATASI AIR KUNING, BAU / ZAT BESI YANG TINGGI
Di sebagian besar wilayah Indonesia, banyak dikeluhkan kondisi air yang kuning, Bau besi atau bau karat serta mengandung Zat besi ( Fe ) yang diambang batas yang diperbolehkan oleh PDAM/PAM.
Hal ini dikeluhkan karena sifatnya yang merusak jika digunakan, Kondisi ini banyak merugikan pengguna air, Biasanya dengan melakukan pengeboran yang dalam Kondisi air ini dapat diatasi,
hanya saja di beberapa daerah kondisi pengeboran yang dikarenakan lokasi di kedalaman tertentu memiliki kontur tanah berbatu sehingga untuk beberapa perusahaan pengeboran local (Tukang Pantek sumur) tidak dapat diatasi karena keterbatasan alat-alat pengeboran.
SUMUR BOR DALAM / ARTESIS UNTUK MENGATASI AIR ASIN / BERGARAM
Di beberapa daerah di pesisir pantai kebutuhan air tanah atau air tawar juga sangat tinggi , dikarenakan air tanah yang tawar ini merupakan kebutuhan vital bagi sumber kehidupan penduduk di sekitarnya.
Hanya saja kegiatan explorasi untuk memperoleh air tawar dan bersih di lokasi pesisir pantai dirasa cukup sulit hal ini dikarenakan pengeboran yang relative sangat dalam bahkan bisa mencapai 200 meter lebih.
Dengan pembuatan sumur bor air dalam/artesis kesulitan untuk memperoleh air bersih ini dapat dilakukan dengan baik, dan banyak hotel, resort yang dipinggir pantai memanfaatkan sumber air ini untuk aktifitas komersial mereka.
PENENTUAN TITIK PENGEBORAN  :
Dengan menggunakan Geolistrik
Salah satu tekhnik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (AKUIFER) adalah dengan metoda GEOLISTRIK.
Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (AKUIFER) di dalam tanah. Dengan menggunakan tekhnik RESISTIVITY maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air. Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik. Dikarenakan Peralatan GEOLISTRIK ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu.
Kegiatan survey GEOLISTRIK ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

Dengan menggunakan Geo Electromagnetic Satellite Scan  
Penentuan titik pengeboran dengan metoda GEO ELECTROMAGNETIC SATELLITE SCAN (BELAH BUMI) lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan peralatan Geolistrik.
Karena Geo Electromagnetic Satellite Scan mampu melacak :
  1. Lebar Sungai Bawah Tanah
  2. Arah Aliran Sungai Bawah Tanah
  3. Membaca hingga kedalaman 400 mtr dibawah tanah
  4. Mengetahui Struktur Tanah secara detail
  5. Mengetahui frekwensi Aliran Air tanah
  6. Mengetahui kedalaman Jalur Sungai Bawah Tanah
  7. Mengetahui Conductivity Struktur Tanah
Akurasi ketepatan geolistrik hanya 50% sedangkan Geo Electromagnetic Satellite Scan 90% Seringkali Clay basah dibaca air oleh peralatan Geolistrik. Geo Electromagnetic Satellite Scan hanya membaca air yang mengalir di dalam tanah sehingga untuk pengeboran jaran sekali mengalami air kering setelah proses pengeboran selesai.

Berikut adalah contoh hasil Scan Geo Electromagnetic Satellite Scan :

Sistem Proteksi Pompa
Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi standar yang diterapkan pada pompa sentrifugal.
Beberapa standar minimum paling tidak terdiri dari:
1. Proteksi terhadap aliran balik.
Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah,
searah dengan arah aliran keluaran pompa.
2. Proteksi terhadap overload.
Beberapa alat seperti pressure switch low, flow switch high, dan overload relay pada motor pompa dipasang
pada sistem pompa untuk menghindari overload.
3. Proteksi terhadap vibrasi.
Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja dan berkemungkinan merusak pompa.
Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari vibrasi berlebihan ialah vibration switch dan vibration monitor.
4. Proteksi terhadap minimum flow.
Peralatan seperti pressure switch high (PSH), flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve
dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat tidak terpenuhinya minimum flow.
5. Proteksi terhadap low NPSH available.
Apabila pompa tidak memiliki NPSHa yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi dalam pompa.
Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompa ialah level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL).
Beberapa istilah khusus yang sering berkaitan dengan pompa, ialah:
  1. TDH = Total Dynamic Head, yaitu besarnya head pompa. Merupakan selisih antara head discharge dengan head suction; terkadang disebut head atau total head.
  2. BEP = Best Efficiency Point, yaitu kondisi operasi dimana pompa bekerja paling optimum.
  3. NPSHr = Net Positive Suction Head required, yaitu nilai head absolut dari inlet pompa yang dibutuhkan agar tidak terjadi kavitasi.
  4. NPSHa = Net Positive Suction Head available, yaitu nilai head absolut y ang tersedia pada inlet pompa.
  5. Kavitasi, yaitu kondisi dimana terjadinya bubble (gelembung udara) di dalam pompa akibat kurangnya NPSHa (terjadi vaporisasi) dan pecah pada saat bersentuhan dengan impeller atau casing. Agar tidak terjadi kavitasi, maka NPSHa harus lebih besar dari NPSHr.
  6. Minimum flow, yaitu flow rate yang terkecil yang dibutuhkan agar pompa beroperasi dengan baik. Apabila laju alir lebih rendah dari minimum flow, pompa dapat mengalami kerusakan.
  7. Efficiency, yaitu besarnya perbandingan antara energi yang dipakai (input) dengan energi output pompa.
  8. BHP = brake horsepower, yaitu power (daya) yang dibutuhkan oleh pompa untuk bisa bekerja sesuai dengan kurvanya; memiliki satuan hp.
 Sumber : http://borartetis.blogspot.com

Teknik Dasar Autocad Secara Mudah & Praktis

          
      Belajar Teknik Dasar Autocad Secara Mudah Praktis, Belajar AutoCAD Tidaklah Sesulit Yang Anda Bayangkan, Dalam masalah urusan Kontruksi Bangunan memanglah tidak jauh dengan urusan menggambar, sekarang Teknology dan Informasi sudah mulai berkembang pesat dan berdampak juga kepada Jurusan Kontruksi Bangunan. Mahasiswa Bangunan diharapkan dapat menggambar secara manual ataupun menggunakan Software yang bernama Autocad. Autocad ini sangat bermanfaat dan membantu para arsitek untuk mempercepat proses kerjanya.
        Untuk belajar Autocad anda bisa mendownload Modul Petunjuk Menggambar Menggunakan Autocad. Silahkan klik link dibawah ini untuk mendownload modul tersebut :
  1. Download Modul AutoCAD 1
  2. Download Modul AutoCAD 2
 -Semoga Bermanfaat-

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons