Follow by Email

Minggu, 03 April 2011

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN (tekpen BAG_6)

Metode penelitian eksperimen
Sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.


Langkah-langkah penelitian eksperimen
-Meneliti literatur yang berhubungan dengan masalah penelitian.

-Mengidentifikasi dan membatasi masalah.

-Merumuskan hipotesis.

-Menyusun rencana secara lengkap dan operasional, meliputi:
 •Menentukan variabel bebas dan terikat.
 •Memilih desain yang digunakan.
 •Menentukan sampel.
 •Menyusun alat.
 •Membuat outline prosedur pengumpulan data.
 •Merumuskan hipotesis statistik.

-Melaksanakan eksperimen.

-Menyusun data untuk memudahkan pengolahan.

-Menentukan taraf significansi yang akan digunakan dalam menguji hipotesis.

-Mengolah data dengan metode statistika (menguji hipotesis berdasarkan data yang terkumpul).

-Melakukan penafsiran.

-Membuat kesimpulan.
       

Karakteristik penelitian eksperimen
-Eksperimen pada intinya adalah pengamatan atau observasi terhadap hubungan kausal antara munculnya suatu akibat (variabel terikat) dan sebab (variabel bebas) tertentu melalui suatu upaya sengaja yang dilakukan oleh peneliti.
-Ciri-ciri yang membedakan eksperimen dari jenis penelitian lain adalah adanya: manipulasi variabel, kontrol, penugasan random dan perlakuan (treatment).


Karakteristik utama penelitian eksperimen
1. Manipulasi variabel.
2. Kontrol.
3. Penugasan random.
4. Perlakuan.


1. Manipulasi variabel
    -Bila melakukan eksperimen, maka secara sengaja mengintervensi terjadinya hubungan kausal.

    -Situasi (variabel bebas) yang diasumsi sebagai penyebab munculnya gejala (variabel terikat) secara sengaja dimanipulasi.

    -Manipulasi variabel ini dilakukan dengan menempatkan subjek pada situasi tersebut dan mencegah kemungkinan munculnya faktor lain yang dapat mencermati situasi ini.


2. Kontrol
    -Kesimpulan tentang hubungan kausal antara variabel bebas dan variabel terikat dengan valid bila dilakukan pengontrolan pengaruh variabel lain terhadap variabel terikat.

    -Pengontrolan ini menggunakan yang disebut dengan kelompok kontrol.
     Dalam beberapa segi, keberadaan kelompok kontrol sama dengan kelompok eksperimen.

    -Satu-satunya perbedaan adalah pada kelompok eksperimen diberi perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perlakuan.

    -Dengan demikian, bila muncul gejala yang berbeda antara kedua kelompok, maka itu dianggap sebagai pengaruh perlakuan atau treatment effect.


3. Penugasan random (random assingment)
    -Dalam konteks eksperimen, perandoman dilakukan dalam dua kegiatan, yaitu dalam memilih subjek yang menjadi sampel (pemilihan random atau random selection) dan menugaskan setiap subjek yang menjadi sampel ke dalam salah satu dari kelompok eksperimen atau kelompok kontrol yang disebut dengan penugasan random atau random assignment.

    -Pemilihan random berfungsi membuat kelompok subjek yang menjadi sampel itu representatif terhadap populasi.

    -Adapun fungsi penugasan random adalah agar sebelum pelaksanaan eksperimen, baik kelompok eksperimen maupun kontrol keadaannya sama (homogen) sehingga bila setelah eksperimen terjadi perbedaan pada kedua kelompok itu, perbedaan yang terjadi adalah pengaruh dari perlakuan.


4. Perlakuan (treatment)
    -Di muka telah dijelaskan, bahwa eksperimen pada intinya sama dengan observasi.
     Perbedaan antara keduanya terletak pada objek yang diamati
   
    -Pada observasi yang bukan eksperimen, objek yang diamati telah ada sedangkan pada eksperimen objek yang diamati itu diciptakan situasi munculnya oleh peneliti.

    -Memunculkan objek pengamatan itu adalah melalui perlakuan atau treatment.


Kevalidan kesimpulan eksperimen
-Kevalidan kesimpulan eksperimen terkait dengan pertanyaan kesimpulan yang dibuat itu sahih atau tidak.
-Kevalidan ini mencakup dua macam, yaitu kevalidan internal dan kevalidan eksternal.
-Kevalidan internal adalah kesahihan penyimpulan, bahwa munculnya variabel terkait adalah disebabkan oleh variabel bebas.
-Adapun kevalidan eksternal adalah kesahihan memberlakukan kesimpulan ke dalam lingkup yang lebih luas atau kesahihan menggeneralisasi kesimpulan eksperimen
-Agar kesimpulan eksperimen itu valid, baik secara internal maupun eksternal, perlu dihindari adanya faktor yang dapat mencemari kevalidan itu.
-Untuk itu, perlu diketahui berbagai pencemar, baik terhadap kevalidan internal maupun eksternal.


Kevalidan eksternal
-Kesahihan penyimpulan, bahwa munculnya variabel terikat adalah disebabkan oleh variabel bebas (sejarah, testing, instrumentasi, regresi statistik, bias pemilihan subjek, kehilangan subjek, dsb).


Pencemaran kevalidan internal
-Sejarah, yakni peristiwa tertentu di luar variabel eksperimen yang terjadi dalam rentangan antara pre-test dan post-test (dalam proses eksperimen).

-Testing, yaitu efek penyelenggaraan pre-test terhadap hasil dari post-test.

-Instrumentasi, yakni alat test yang digunakan untuk menguji efek perlakuan tidak valid dan reliabel sehingga skor yang diperoleh subjek bukan yang sebenarnya, melainkan bersifat bias.

-Regresi statistik, ini bisa terjadi, bila peneliti hanya memilih subjek-subjek yang mempunyai skor ekstrim (skor tinggi saja) dan membuang skor-skor rendah.

-Bias pemilihan subjek, ini bisa terjadi, bila subjek dalam kelompok eksperimen keadaannya berbeda dengan kontrol, akibat pemilihan yang tidak dilakukan secara random.

-Kehilangan subjek, bila sebagian subjek dari kelompok eksperimen yang mengikuti pre-test tidak melanjutkan mengikuti post-test menyebabkan perbedaan jumlah subjek yang mencolok antara kelompok eksperimen dan kontrol, maka hal ini dapat menjadi pencemar kevalidan internal.


Kevalidan eksternal
-Kesahihan memberlakukan kesimpulan ke dalam lingkup yang lebih luas atau menggeneralisasi kesimpulan eksperimen (efek interaksi tes, efek interaksi bias pemilihan subjek dan variabel eksperimen, efek reaktif dari pelaksanaan eksperimen, interfensi perlakuan berganda).


Pencemaran kevalidan eksternal
-Efek interaksi test.
 Pelaksanaan pre-test bisa mempengaruhi kepekaan atau keresponsifan subjek terhadap variabel eksperimen.

-Bila demikian, maka keadaan subjek yang menjadi sampel menjadi berbeda dengan populasinya yang berarti sampel tidak representatif terhadap populasi.
 Bila sampel tidak representatif, maka kevalidan generalisasi kesimpulan patut dipertanyakan.

-Efek interaksi bias pemilihan subjek dan variabel eksperimen.
 Pemilihan subjek yang bias dapat mempengaruhi tercemarnya kesimpulan tentang efek variabel eksperimen atau kevalidan internal.

-Bila demikian, maka kevalidan generalisasi kesimpulan patut dipertanyakan.

-Efek reaktif dari pelaksanaan eksperimen.
 Bila subjek yang mengikuti pelaksanaan eksperimen menyadari bahwa dirinya sedang dieksperimen dapat menimbulkan reaksi tertentu pada dirinya.

-Sementara subjek lain (dari populasi) tidak.

-Oleh sebab itu, hal ini bisa mencemari kevalidan generalisasi kesimpulan yang dibuat.

-Interfensi perlakuan berganda.
 Ini bisa terjadi bila suatu perlakuan diberikan kepada suatu kelompok subjek secara berulang-ulang.


Desain eksperimen
Pra-eksperimen
Digunakan untuk melakukan studi pendahuluan sebelum dilakukan eksperimen sebenarnya.

Eksperimen sebenarnya
Eksperimen yang memiliki ciri-ciri utama eksperimen, seperti manipulasi variabel, kontrol, penugasan random dan perlakuan.

Kuasi-eksperimen
Tidak dilakukan penugasan random, tapi menggunakan kelompok yang telah ada.
Digunakan bila ada hambatan melakukan penugasan random dan dilakukan penugasan random akan merusak kealamiahan situasi kelompok sedangkan kealamiahan kelompok sangat penting dalam proses manipulasi variabel.


Desain
Pra-eksperimen
-Kelompok tunggal dengan pre-test dan post-test.
-Kelompok tunggal dengan rangkaian waktu.

Eksperimen sebenarnya
-Pre-test dan post-test menggunakan kelompok kontrol dengan penugasan random.
-Solomon.
-Dengan kelompok kontrol tanpa pre-test.

Kuasi-eksperimen
-Pre-test dan post-test menggunakan kelompok kontrol tanpa penugasan random.
-Rangkaian waktu dengan kelompok kontrol.
-Counterbalance.
-Faktorial.


Pra-eksperimen
Desain kelompok tunggal dengan
1. Pre-test - post-test
    -Memilih sekelompok subjek untuk sampel.

    -Mengadakan pre-test.

    -Mencobakan atau memberi perlakuan.

    -Mengadakan post-test setelah perlakuan.

    -Mencari rata-rata skor dan simpangan baku dan membandingkan keduanya.

    -Menguji perbedaan rata-rata.


2. Rangkaian waktu
    -Pre-test maupun post-test dilakukan beberapa kali dalam serangkaian waktu pelaksanaan.


Eksperimen sebenarnya
Desain
1. Pre-test - post-test menggunakan kelompok kontrol dengan penugasan random
    -Memilih subjek yang mempunyai latar belakang sama (homogen) melalui pemilihan secara random.

    -Secara random, setiap subjek ditugaskan ke kelompok eksperimen atau kontrol.

    -Mengadakan pre-test untuk memperoleh skor.

    -Memberi perlakuan, misalnya diajar dengan metode abru yang dieksperimenkan.

    -Dapat dilakukan pengajaran dengan materi yang sama dengan metode lain, bukan dengan metode yang sedang dieksperimenkan.

    -Mengadakan post-test untuk memperoleh skor.

    -Dengan menggunakan metode statistika dicari perbedaan antara rata-rata (misalnya: menggunakan analisis kovariansi).

    -Untuk memperbesar ketelitian pelaksanaan eksperimen, penggunaan desain ini dapat dimodifikasi dengan menggunakan lebih dari satu kelompok eksperimen.


2. Solomon
    -Dilakukan menggunakan kelompok.

    -Kelompok terdiri dari eksperimen dan kontrol yang mengalami pre-test.

    -Kelompok selanjutnya tidak diadakan pre-test, baik terhadap kelompok eksperimen maupun kontrol.

    -Penempatan subjek pada masing-masing dilakukan dengan penugasan random.

    -Analisis statistik dilakukan untuk mencari perbedaan rata-rata dari kelompok eksperimen sedangkan rata-rata dari kelompok selanjutnya diperoleh dengan cara menghitung perbedaan, dengan catatan jumlah subjek pada kelompok itu sama.

    -Hal ini dipertimbangkan, karena pengambilan sampel dilakukan secara random, maka diduga skor pada kelompok akan sama.

    -Hasil perhitungan untuk perbedaan selanjutnya dilakukan pengujian statistik, seperti menggunakan uji untuk variabel tergantung atau planned analysis.

    -Maksud pengujian itu adalah untuk membuat perbandingan.

    -Penggunaan ini memiliki validitas sama dengan nilai tambah, dapat mengontrol pengaruh pencemar efek interaksi tes, sebab dengan ini bila ternyata perbandingan antara itu ada perbedaan yang signifikan, maka diasumsikan perbedaan itu disebabkan karena efek interaksi tes.

    -Bila tidak, maka berarti perlakuan telah memberi pengaruh kepada variabel terikat.


3. Dengan kelompok kontrol tanpa pre-test
    Penggunaan desain ini hanya melakukan post-test, baik terhadap kelompok eksperimen maupun kontrol.
    Penempatan subjek dalam kelompok masing-masing dilakukan dengan penugasan random.
    -Menggunakan setiap subjek pada kelompok eksperimen dan kontrol secara random.

    -Melaksanakan eksperimen terhadap kelompok eksperimen.

    -Mengadakan tes, baik terhadap kelompok eksperimen maupun pembanding.

    -Mencari perbedaan rata-rata antara skor dengan metode statistika untuk meliahat perbedaan tersebut signifikan.


Kuasi-eksperimen
Desain
1. Pre-test - post-test menggunakan kelompok kontrol tanpa penugasan random
    -Perbedaan satu-satunya adalah tidak dilakukan penugasan random.

    -Oleh sebab itu, bila semua pencemar kevalidan internal dapat dihindari, maka dalam desain ini pencemar yang terkait dengan akibat pemilihan subjek yang bias, seperti interaksi antara pemilihan subjek dengan kematangan, dsb, tidak dapat terkontrol.

    -Selain itu, kemungkinan tak terhindarinya pencemar regresi statistik akan ada, terutama bila jumlah subjek pada masing-masing kelompok tidak sama.

    -Oleh sebab pelaksanaan dengan desain ini sama, maka bagannya pun sama juga, kecuali tidak menggunakan penugasan random.


2. Rangkaian waktu dengan kelompok kontrol
    -Merupakan penggunaan desain sebagai kelompok eksperimen dan membandingkan dengan hasil analisis terhadap kelompok sebagai kelompok kontrol.

    -Menentukan sampel, baik kelompok eksperimen maupun kontrol.

    -Mengadakan serangkaian tes dalam serangkaian waktu, baik terhadap kelompok eksperimen maupun kontrol, baik sebelum eksperimen maupun sesudah eksperimen.

    -Mencatat data atau skor dalam bentuk tabel rangkaian waktu.

    -Mencari rata-rata dari masing-masing skor, baik sebelum maupun sesudah eksperimen, baik dari kelompok eksperimen maupun kontrol.

    -Mencari, baik dari kelompok eksperimen maupun kontrol.

    -Membandingkan secara statistik perbedaan itu signifikan.


3. Counterbalance
    -Dikenal juga dengan nama "desain rotasi", "crossover" atau "switchover".

    -Digunakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan desain yang tidak menggunakan penugasan random, terutama jikan anggota sampel terbatas, tidak menggunakan pre-test dan yang dites lebih dari satu variasi.

    -Pelaksanaannya dilakukan dengan mengambil kelompok dan setiap kelompok diberi perlakuan beberapa kali sesuai dengan jumlah kelompok secara bergantian sehingga setiap kelompok mengalami satu jenis perlakuan.

    -Dari bagan dapat dilihat, masing-masing kelompok mengalami setiap jenis perlakuan.

    -Langkah-langkah desain:
     •Menetapkan kelompok untuk dieksperimen.
     •Melakukan eksperimen.
     •Mengetes setiap kelompok, masing-masing setelah diberi setiap jenis perlakuan.
     •Mencari rata-rata dari setiap kelompok yang mengalami tiap jenis perlakuan.
     •Mencari perbedaan rata-rata, kemudian dilihat perbedaan itu signifikan.

    -Untuk meningkatkan kontrol terhadap validitas desain ini, dapat digunakan kelompok.

    -Setiap kelompok akan mengalami eksperimen dari metode tersebut sehingga bagan desain ini akan berkembang.

    -Setelah dilakukan tes terhadap setiap kelompok, selanjutnya dicari rata-rata dari tiap kelompok, kemudian dicari perbedaan rata-rata dari masing-masing skor untuk menetapkan suatu jenis metode yang terbaik di antara metode di atas.


4. Faktorial
    -Memungkinkan dapat digunakan, diamati dan dianalisis berbagai pengaruh dari variabel secara bersamaan.

    -Hal ini dapat memungkinkan untuk dilihat sesuatu proses lebih mendekati keadaan yang sebenarnya sehingga dapat dinilai secara serentak berbagai akibat dari setiap variabel eksperimen.

    -Juga dapat digunakan dalam eksperimen sebenarnya.
     Bila desain ini digunakan pada eksperimen sebenarnya, maka dilakukan penugasan random.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons